Monday, September 5, 2011

Sushi: Dari Asia Tenggara ke Jepang


Sushi (caterersguild.org)

Kalau kita bicara tentang sushi, apa yang langsung muncul di pikiranmu? Sepotong daging ikan mentah yang menelungkup di atas kepalan nasi?

Benar, sih... Tapi itu sushi di masa sekarang.

Sushi sebenarnya sama sekali tidak berhubungan dengan daging mentah. Masakan yang menggunakan daging mentah justru adalah sashimi, yang juga merupakan masakan khas Jepang. Sementara, sushi didefinisikan sebagai masakan yang menggunakan cuka beras. Entah kemudian menggunakan daging mentah atau tidak.

Meski dikenal sebagai masakan Jepang, sushi sendiri sebenarnya baru masuk ke Jepang pada abad ke-7. Sebelumnya, sushi ini muncul di kawasan Asia Tenggara, di mana para petani beras pada masa itu biasa mengawetkan ikan dengan beras.

Tentu saja, sushi saat itu bentuknya sangat berbeda dengan yang sekarang.

Data yang ada menunjukkan keberadaan sushi sekitar abad ke-4 di Asia Tenggara sebagai makanan yang diawetkan. Ikan yang telah dibersihkan dan dihilangkan isi perutnya, difermentasikan secara alami menggunakan beras.

Setelah disimpan selama beberapa bulan, beras baru dikeluarkan dan dibuang. Hanya ikan yang telah diawetkan itulah yang dimakan. Ini namanya nare-zushi (sushi masak).

Aku sih sempat membayangkannya seperti ikan asin seperti yang kerap kutemui. Lihat saja...

Nare-zushi (cookingrecipesecret.blogspot.com)

Katanya, masakan ini bahkan masih bisa ditemukan di Laos, Thailand, dan Kamboja loh...

Setelah menyebar ke Cina, nare-zushi ini kemudian masuk ke Jepang saat teknik bertanam beras masuk ke negara tersebut.

Awalnya, sushi ini merupakan makanan para bangsawan. Namun pada akhir era Muromachi (abad ke-14-16), sushi ini pun mulai muncul di berbagai kalangan. Di sinilah terjadi inovasi pertama: beras tidak dibuang, tapi ikut dimakan.

Kemudian muncullah nama-nare (setengah masak), di mana ikan dan beras difermentasikan untuk waktu yang lebih singkat sehingga beras masih bisa dimakan.

Di era Edo, muncul haya-zushi di mana beras tidak lagi digunakan sebagai alat fermentasi. Beras dicampur bersama dengan cuka, sayur, dan bahan-bahan lainnya untuk menghasilkan satu makanan lengkap.

Nah, nigiri-zushi yang kerap kita temukan di resto-resto Jepang saat ini sendiri baru muncul sekitar tahun 1830, diciptakan oleh Hanaya Yohei. Nigiri-zushi, atau saat itu disebut dengan edomae-zushi, merupakan paduan antara nasi yang telah diberi cuka dan ikan segar yang ditangkap di Teluk Tokyo (yang saat itu masih bernama Edo) dan disajikan dengan ukuran kecil yang dibentuk oleh tangan.

Inilah saat ketika sushi dan sashimi bersatu, dan muncul sushi dengan daging ikan mentah.

Setelah gempa besar di tahun 1923, nigiri-zuzhi ini menyebar ke seluruh Jepang. Koki-koki sushi kehilangan pekerjaan di Edo, dan merantau ke kota-kota lain. Sushi pun berkembang pesat dengan munculnya berbagai inovasi.

Sushi di setiap daerah di Jepang memiliki keunikan tersendiri akibat pengaruh bahan-bahan lokal. Sebut saja Mushi-zushi dari Kyoto yang dimakan menggunakan mangkok, Inari-zushi dari Tokyo yang menggunakan bahan kulit tahu goreng, dan Funa-zushi dari Shiga yang merupakan jenis sushi tertua dari semua sushi di Jepang.

Salah satu inovasi sushi terbesar yang bisa membawa sushi diterima di dunia internasional adalah Calofornia Roll - sushi yang menggunakan mayonnaise. Kini, inovasi sushi jauh lebih luar biasa.

Ada yang menggunakan lapisan tahu goreng. Ada yang menggunakan sosis sebagai pengganti ikan. Dan sebagainya.

Kalau aku, sushi yang paling aku suka adalah sushi kremes - sushi yang menggunakan kremesan seperti di ayam goreng kalasan. Bahasa kerennya sih Crispy Salmon Roll... :p

Favorit di Sushi Tei...




Sumber (semua diakses pada tanggal 5 September 2011):
- http://www.asianartmall.com/sushihistory.htm
- http://www.sushiencyclopedia.com/sushi/history_of_sushi.html
- http://sushi-master.com/usa/whatis/history.html
- http://web-japan.org/nipponia/nipponia47/en/feature/feature11.html
- http://web-japan.org/nipponia/nipponia47/en/feature/feature12.html
- http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_sushi

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...